Mualem Kerap ke Kuala Lumpur, Warga Aceh Desak Pemerintahan Tetap Efektif

SUARA ANTARA

- Author

Sabtu, 12 September 2026 - 11:44 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketika masyarakat Aceh masih berjibaku menghadapi dampak banjir dan berbagai persoalan daerah, aktivitas Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang disebut berulang kali bepergian ke Kuala Lumpur, Malaysia, menuai sorotan.

Warga mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pemerintah Aceh ketika kepala daerah dinilai tidak selalu berada di tengah masyarakat saat berbagai persoalan membutuhkan penanganan cepat.

“Kalau memang untuk berobat, tentu kita memahami. Tetapi masyarakat juga berhak bertanya, apakah pemerintahan tetap berjalan maksimal? Siapa yang memastikan persoalan rakyat ditangani ketika gubernur berada di luar negeri?” ujar seorang warga Aceh korban banjir yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (12/9/2026).

BANJIR BELUM SELESAI, PERTANYAAN MAKIN KERAS

Banjir menjadi salah satu persoalan yang membuat keresahan masyarakat semakin kuat. Di tengah kebutuhan penanganan bencana, persoalan infrastruktur dan pelayanan publik juga masih menjadi perhatian.

Warga menilai kepala daerah seharusnya menunjukkan kehadiran dan kepemimpinan yang kuat dalam situasi seperti itu.

“Rakyat memilih pemimpin bukan hanya untuk melihatnya dalam acara seremonial. Ketika rakyat terkena banjir, ketika jalan rusak dan ekonomi sulit, di situlah kepemimpinan diuji,” katanya.

Ia juga mempertanyakan berbagai kebijakan pemerintahan, termasuk dinamika pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Jangan sampai pemerintah sibuk dengan urusan internal, sementara persoalan rakyat justru menumpuk,” ujarnya.

DESAK PRESIDEN EVALUASI PEMERINTAHAN ACEH

Kekecewaan tersebut kini diarahkan kepada pemerintah pusat. Warga meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata terhadap dinamika pemerintahan Aceh.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memastikan roda pemerintahan Aceh berjalan efektif dan seluruh pejabat menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Kami meminta Presiden turun tangan dan mencari solusi. Kalau gubernur memang sedang fokus pada persoalan kesehatan, tentu harus ada mekanisme yang memastikan pemerintahan tetap berjalan maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk mempersoalkan hak seseorang mendapatkan layanan kesehatan, melainkan mempertanyakan tanggung jawab pemerintahan kepada masyarakat.

KPK DIMINTA PERIKSA JIKA ADA DUGAAN PELANGGARAN

Sorotan juga diarahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warga meminta setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan, fasilitas negara, maupun anggaran diperiksa secara objektif apabila terdapat indikasi pelanggaran.

“Jangan ada kesan pejabat tertentu kebal hukum. Kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan secara terbuka. Kalau ada dugaan pelanggaran, periksa sesuai hukum,” tegasnya.

Namun, seluruh tudingan maupun dugaan tersebut, kata dia, harus dibuktikan melalui data dan mekanisme hukum yang berlaku.

“COPOT, PERIKSA, GANTI”

Kritik terhadap Mualem bahkan mulai berkembang menjadi tuntutan politik.

Warga menyatakan tidak menutup kemungkinan turun ke jalan jika pemerintah pusat tidak merespons keresahan yang berkembang.

“Copot Mualem! Periksa Mualem! Ganti Mualem!” serunya.

Bagi warga, Aceh saat ini membutuhkan pemerintahan yang hadir dan bekerja penuh menghadapi persoalan masyarakat.

“Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya hadir ketika ada acara. Rakyat membutuhkan pemimpin yang hadir ketika bencana datang dan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!
Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming
GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan
FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Isu Kepala BGN Ditangkap KPK adalah Hoaks, Ajak Publik Lawan Disinformasi
Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital
Bimbingan Teknis PMAKI Soroti Perilaku Koruptif di Lingkungan Pendidikan dan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:20 WIB

*Ketua Dekranasda Batu Bara Tampil di Kriyanusa 2026, Kenalkan Kekayaan Wastra Nusantara*

Selasa, 29 September 2026 - 12:00 WIB

*Bupati Batu Bara Dorong Kader HMI Siap Hadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan*

Selasa, 29 September 2026 - 06:45 WIB

Majelis Hakim Kembali Memanggil Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri Dikarenakan Tidak Pernah Hadir Dalam Tiga Kali Persidangan

Senin, 28 September 2026 - 13:17 WIB

Praktisi Hukum Baginta Manihuruk. SH. MH Dukung Polda Sumut, Soroti Pernyataan BAP DPD RI soal Konflik Socfindo

Sabtu, 26 September 2026 - 02:57 WIB

Kasat Lantas Pematangsiantar Langsung Awasi Jl. Merdeka, Tutup Ruang Parkir Liar Depan Suzuya

Kamis, 24 September 2026 - 04:59 WIB

Siang Ini Walikota Medan Terima Peserta Olimpiade Indonesia ( SOIna ) Sumut Anak2 Grahita Dan Down Sindrom

Rabu, 23 September 2026 - 06:48 WIB

*Bupati Batu Bara Hadirkan Pelayanan Terpadu Melalui Program BERLAYAR di Kecamatan Tanjung Tiram*

Selasa, 22 September 2026 - 00:41 WIB

Razia Gabungan di Lapas Labuhan Ruku, Petugas Amankan Sejumlah Benda Terlarang

Berita Terbaru