Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

SUARA ANTARA

- Author

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:39 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Dinamika politik Aceh yang kian memanas mendapat sorotan serius dari tokoh Aceh di Jakarta, Suryadi Djamil. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas antara eksekutif dan legislatif guna memastikan roda pemerintahan berjalan stabil, efektif, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Menurut Suryadi, konflik terbuka yang terus dipertontonkan ke ruang publik bukan hanya kontraproduktif, tetapi juga berisiko merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Ia menilai polemik yang berkembang saat ini telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Aceh di tingkat nasional.

“Jangan sampai ruang publik dipenuhi drama politik yang tidak substansial. Ini bukan tontonan yang mendidik, apalagi memberi solusi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya tuduhan yang dilontarkan tanpa disertai bukti kuat. Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para pejabat publik.

“Jika memang ada dugaan pelanggaran, sampaikan secara terbuka, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan sekadar pernyataan yang memicu kegaduhan dan spekulasi,” ujarnya.

Suryadi mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk kembali pada nilai-nilai musyawarah dan kearifan lokal Aceh. Ia menilai dialog terbuka dan komunikasi yang sehat merupakan langkah paling elegan dalam menyelesaikan perbedaan, tanpa harus memperuncing konflik di ruang publik.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang dinilai memiliki kapasitas dan kebijaksanaan dalam meredam konflik serta mengambil keputusan strategis. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap kebijakan tetap disampaikan secara transparan untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kepercayaan publik adalah modal utama. Karena itu, keterbukaan informasi harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan,” tambahnya.

Tak hanya itu, Suryadi juga meminta pimpinan legislatif, khususnya Ketua DPRA, untuk menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi serta mengedepankan data dan fakta dalam setiap pernyataan kepada publik.

Lebih jauh, ia mengusulkan perlunya penyegaran kepemimpinan di parlemen daerah sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam membangun iklim politik yang sehat dan produktif. Menurutnya, Aceh memiliki banyak figur potensial yang mampu menghadirkan perubahan positif.

Beberapa nama yang disebut antara lain Salmawati, Aiyub Abbas, dan Anwar. Ketiganya dinilai memiliki pengalaman, integritas, serta keteladanan dalam kepemimpinan, yang diharapkan mampu menghadirkan suasana politik yang lebih kondusif, sejuk, dan bermartabat.

Menutup pernyataannya, Suryadi menegaskan bahwa masyarakat Aceh membutuhkan kerja nyata, bukan konflik berkepanjangan. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan kepentingan daerah, dan bersama-sama menjaga marwah Aceh di mata publik nasional.

“Sudah saatnya energi kita difokuskan pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bukan pada polemik yang tak berujung,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pakar Hukum Internasional, Prof Sutan Nasomal Menyakini Menkeu Baru RI Mampu Mengalahkan Dollar Selamat Menkeu Baru!!
Mualem Kerap ke Kuala Lumpur, Warga Aceh Desak Pemerintahan Tetap Efektif
Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming
GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan
FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Isu Kepala BGN Ditangkap KPK adalah Hoaks, Ajak Publik Lawan Disinformasi
Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Polres Batu Bara Gelar Jumat Keliling di Lima Masjid, Perkuat Silaturahmi dan Pesan Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:32 WIB

ASAH POTENSI DAN KETERAMPILAN WBP, LAPAS LABUHAN RUKU OPTIMALKAN PEMBINAAN MENJAHIT, LAUNDRY, DAN KERAJINAN TANGAN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Pasca MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Perketat Pengamanan Logistik di Terminal Kargo BIZAM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:11 WIB

BUAH MANIS KERJA KERAS WARGA BINAAN, LAPAS LABUHAN RUKU SUKSES PANEN IKAN LELE

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:23 WIB

DUKUNG INOVASI DIGITAL, KALAPAS LABUHAN RUKU HADIRI SEMINAR RAP KA KPLP SEBAGAI MENTOR VIA ZOOM

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Pimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09 WIB

OPTIMALKAN HAK INTEGRASI WBP, LAPAS LABUHAN RUKU LAKSANAKAN MONITORING DAN KONSULTASI PROSES USUL PB DAN CB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Lapas Labuhan Ruku Gelar Ibadah Minggu, 116 Warga Binaan Ikuti Pembinaan Kerohanian Kristen

Berita Terbaru