Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

SUARA ANTARA

- Author

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:39 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Ibukota Jakarta, Ekonomi di Indonesia Hancur Hancuran dibalik Rupiah ditindas Dollar yang melambung tinggi sehingga menimbulkan
Dilema yang dipikul beban nilai RUPIAH yang terus melemah mendorong semua harga jual barang apapun naik tak terkendali.

Teror beragam mengguncang keamanan Negara Indonesia dengan di mulai dari kelangkaan beberapa barang dan mahalnya harga bila barang ada stoknya. Hal ini pasti menjadi beban bagi urat jantung ekonomi yang serius. Dampak pisicologis menurunnya nilai rupiah memaksa para pelaku usaha tenggelam traumatik lemahnya daya beli. Kebangkrutan makin meluas menciptakan kesenjangan sosial yang paling buruk.

Masukan buat yth Bapak H. Prabowo Subianto dunia Dollar telah menindas habis Rupiah yang semangkin terpuruk mengancam perekonomian di berbagai bidang sektor perekonomian dinegeri kita Indonesia ini karena berbagai hal tentunya membuat Dolar menindas rupiah yang semangkin terpuruk membuat perekonomian di Indonesia morat marit yang menjadi korban adalah rakyat Indonesia yang klasifikasi ekonomi sederhana miskin akan bertebaran bertambah banyak jumlah bahkan ancaman kelaparan orang miskin akan mengancam stabilitas keamanan dimana mana dikawatirkan untuk itu kiranya perlu yth Bapak Haji Prabowo Subianto presidenku presidenku presiden kita semua merumuskan mencari akar sekaligus selisih agar rupiah tidak anjlok di tindas dollar permasalahan masalah ini dengan para menteri penasehat staf ahli pakar ekonomi “, ujar Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia dikantornya bilangan Cijantung Jakarta 6/6/2026 via telpon selulernya.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyayangkan kondisi krisis berat saat ini tidak menggerakkan instrumen Nasional dan para elit terbaik pakar ekonomi untuk menyelamatkan perahu besar bernama NKRI

Dolar amerika mencabik cabik kepercayaan seluruh masyarakat kepada pemangku kekuasaan ekonomi saat ini. Di biarkan dampak besar terjadi seperti tsunami datang dengan kuatnya tampa ada alarm peringatan dan pemberitahuan. Prof Sutan Nasomal SH MHmelihat bahwa para pakar keamanan Negara Indonesia seperti tidak berfungsi dan mampu para pakar ekonomi memperbaiki nilai rupiah.

Apakah Asal Bapak Senang laporan dan informasi yang selalu diterima humas istana negara dan para pembantu presidennya.

Sehingga FAKTA sebenarnya tidak diterima.

Melihat eropa telah melaksanakan berbenah besar besaran di ikuti negara China agar tidak hancur terhantam dampak global kehancuran ekonomi. Masing masing memperkuat kekuatan negaranya agar tidak hancur. Tetapi seperti tertidur pulas para ahli dikenegaraan terbius oleh ivoria.

Membangun INDONESIA agar menjadi negara yang kuat selama 80 tahun ini bisa hancur dalam sekejap karena di cabik cabik oleh ketergantungan dengan Dolar Amerika. Maka patut di ingatkan serta meminta Presiden RI untuk hati hati.
Angka dolar saat ini tidak bisa mengamankan Negara Indonesia.

Apakah INDONESIA masih ada di tahun 2027 di pertanyakan masyarakat atau sudah berpindah tangan ke pihak yang bermain catur dalam perang global saat ini dan tentu ada pemenangnya.

Prof Dr Sutan Nasomal menghimbau kepada Presiden RI agar menjalankan ilmu keseimbangan dan kemanusiaan karena saat ini sudah sangat dalam kesulitan seluruh masyarakat menengah kebawah. Akibat salah arah dan salah keputusan pihak pemegang kekuatan politik saat ini. Kemiskinan menjadi bukti nyata gagalnya sang pemimpin.

Dari warung kecil yang sepi di ambang bangkrut dan tutup. Tetesan keringat masyarakat miskin meminta kebijaksanaan presiden RI.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (*)

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
DPP LPPI Dukung Transformasi Pemasyarakatan, Sebut Pujian Titiek Soeharto kepada Agus Andrianto Berdasarkan Kinerja Nyata
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Yasonna Laoly Dinilai Berprestasi dan Tegas Berantas KKN, LPPI Tolak Framing Negatif
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:25 WIB

Pesan Tegas untuk Pelajar Tangerang Raya: Tolak Narkoba dan Anarkisme

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sosialisasi Pencegahan Laka Lantas di Gereja GKPB  

Jumat, 4 September 2026 - 09:29 WIB

Tersangka Pembacokan Anggota Ormas Diduga Dilepas, Ketua GM Pujakesuma Batu Bara Angkat Bicara: Hukum Harus Tegak Lurus

Jumat, 4 September 2026 - 06:58 WIB

Kemenimipas Salurkan Bantuan Donasi Jajaran untuk Terdampak Gempa Flores, Dirjenpas Tinjau Kerusakan Rutan Ruteng

Jumat, 4 September 2026 - 06:32 WIB

*Bupati Batu Bara Dorong Penguatan Satu Data Indonesia untuk Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran*

Jumat, 4 September 2026 - 00:43 WIB

Patroli Malam Polsek Air Putih Sisir Titik Rawan, Antisipasi Balap Liar, Begal dan Tawuran

Jumat, 4 September 2026 - 00:25 WIB

Kapolsek Air Putih Hadiri Wirid Yasin Jema’ah Al-Ikhlas, Pererat Silaturahmi dan Harkamtibmas

Jumat, 4 September 2026 - 00:24 WIB

Kapolsek Air Putih Hadiri Wirid Yasin Jema’ah Al-Ikhlas, Pererat Silaturahmi dan Harkamtibmas

Berita Terbaru