*Belajar dari Bappelitbangda Tangsel, Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI*

REDAKSI BATU BARA

- Author

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:32 WIB

503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, 8 Oktober 2026 — Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 2 Kelompok Genap Tahun 2026 melaksanakan Studi Lapangan (STULA) Kajian Pelayanan Publik di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangerang Selatan, pada 7–9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut didampingi oleh Widyaiswara Pendamping, Drs. Agust Nadeak, M.Si., dan menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta untuk melihat secara langsung penerapan kepemimpinan, tata kelola organisasi, inovasi, pengelolaan sumber daya, pemanfaatan teknologi informasi, serta pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

 

Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki posisi strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bappelitbangda tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen perencanaan, tetapi juga mengintegrasikan data, informasi, aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah, penelitian, inovasi, serta koordinasi lintas perangkat daerah.

 

Kepemimpinan Berbasis Kinerja

 

Salah satu praktik yang menjadi perhatian peserta adalah penerapan kepemimpinan berbasis kinerja yang terukur. Perjanjian Kinerja Tahun 2026 Bappelitbangda memuat 4 sasaran dengan 8 indikator kinerja. Target tersebut kemudian diturunkan melalui pohon kinerja dan cascading.

 

Pimpinan juga menunjukkan komitmen terhadap evaluasi dengan menindaklanjuti seluruh 7 rekomendasi Inspektorat pada LHE AKIP Tahun 2024. Tindak lanjut tersebut antara lain dilakukan melalui penyusunan SOP monitoring dan evaluasi, pengukuran kinerja individu, serta pemanfaatan aplikasi e-SAKIP untuk pengumpulan, pengukuran, dan evaluasi data kinerja.

 

Komitmen tersebut tercermin pada capaian SAKIP dengan predikat A dan nilai 87,15 pada tahun 2024.

 

Bagi peserta PKP, praktik tersebut memberikan pembelajaran bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target, tetapi juga kemampuan membangun sistem pengukuran, melakukan evaluasi, menerima rekomendasi, serta memastikan hasil evaluasi ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan organisasi.

 

SISTARI sebagai Bagian dari Ekosistem Inovasi

 

Selain kepemimpinan berbasis kinerja, peserta juga mendalami pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah melalui SISTARI (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah).

 

SISTARI merupakan basis data digital yang menghimpun riset, inovasi, produk hukum, dan panduan. Pengembangannya menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang melibatkan KREASI-IN, Teknologi Tepat Guna (TTG), Pemeringkatan Inovasi Perangkat Daerah (PIPD), Innovative Government Award (IGA), dan I2 Expo.

 

Peserta melihat bahwa instrumen-instrumen tersebut membentuk sebuah siklus, mulai dari pendataan melalui SISTARI, penciptaan inovasi, penilaian, diseminasi, penerapan dan replikasi, hingga pemutakhiran data kembali ke SISTARI.

 

Pola tersebut memberikan pembelajaran bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kegiatan atau perlombaan, tetapi perlu didokumentasikan, dinilai, disebarluaskan, diterapkan, dan diperbarui secara berkelanjutan.

 

Pelayanan Publik Berbasis Standar dan Partisipasi

 

Dari sisi pelayanan publik, Bappelitbangda telah menetapkan Standar Pelayanan melalui Keputusan Kepala Bappelitbangda Nomor 100.3.3/Kep-037/Bappelitbangda/I/2024 tanggal 8 Januari 2024.

 

Standar tersebut mencakup empat jenis layanan, yaitu Jaring Asmara Perencanaan Pembangunan, Penyelarasan Dokumen Perencanaan Daerah, Fasilitasi Rekomendasi Riset bagi WNA, serta Fasilitasi Pengembangan Inovasi di Daerah.

 

Salah satu praktik yang mendapat perhatian peserta adalah Jaring Asmara atau Penjaringan Aspirasi Masyarakat. Selain melalui Musrenbang tatap muka, masyarakat dapat menyampaikan usulan secara daring melalui SIPD RI.

 

Pada tahun 2026, target usulan yang terverifikasi di tingkat kecamatan mencapai 1.000 usulan, meningkat dibandingkan 400 usulan pada tahun 2024. Bappelitbangda juga mengembangkan Musrenbang tematik pada sejumlah isu, antara lain inklusi, stunting, kemiskinan, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan pembiayaan non-APBD.

 

Kolaborasi sebagai Kekuatan Organisasi

 

Studi lapangan juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dalam pengembangan inovasi, Bappelitbangda melibatkan perangkat daerah, akademisi, masyarakat, inovator, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Praktik tersebut menjadi pembelajaran bagi peserta bahwa keterbatasan sumber daya dapat dihadapi melalui penguatan jejaring, pembagian peran, dan kerja kolaboratif.

 

Pembelajaran yang Diperoleh Peserta

 

Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi, wawancara, dokumentasi, dan analisis kelompok, peserta merumuskan beberapa pembelajaran utama dari praktik Bappelitbangda.

 

Pertama, target kinerja harus terukur dan diterjemahkan ke dalam sistem kerja organisasi.

 

Kedua, evaluasi harus ditempatkan sebagai dasar perbaikan, bukan sebagai ancaman bagi organisasi.

 

Ketiga, inovasi membutuhkan pemeliharaan dan keberlanjutan. Membuat sebuah aplikasi atau inovasi merupakan satu tahap, sementara memastikan inovasi terus digunakan, datanya diperbarui, dan manfaatnya dapat dirasakan merupakan tantangan berikutnya.

 

Keempat, kolaborasi lebih kuat daripada bekerja sendiri, khususnya ketika organisasi menghadapi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas permasalahan pembangunan.

 

Rekomendasi Kelompok

 

Sebagai bagian dari hasil analisis, PKP Angkatan 2 Kelompok Genap memberikan satu rekomendasi berupa pembuatan alat ukur pencapaian kinerja aplikasi SISTARI dalam memberikan dampak perubahan pelayanan publik, misalnya melalui Survei Kepuasan Penggunaan Layanan berbasis digital.

 

Rekomendasi tersebut diarahkan agar pemanfaatan SISTARI tidak hanya dilihat dari keberadaan atau penggunaan sistem, tetapi juga dapat dikaitkan dengan dampaknya terhadap pelayanan publik.

 

STULA sebagai Pembelajaran bagi Organisasi

 

Melalui STULA ini, peserta memperoleh pembelajaran bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi, anggaran, maupun teknologi. Kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan, target yang terukur, evaluasi yang terbuka, kolaborasi, serta inovasi yang dikelola secara berkelanjutan menjadi unsur penting dalam peningkatan kinerja dan pelayanan publik.

 

Hasil studi menunjukkan bahwa Bappelitbangda Kota Tangerang Selatan memiliki praktik yang dapat menjadi pembelajaran, khususnya dalam menghubungkan kepemimpinan, kinerja, perencanaan, riset, inovasi, dan pelayanan publik.

 

Pada saat yang sama, studi lapangan juga menunjukkan bahwa organisasi yang berkinerja baik tetap memiliki ruang untuk melakukan perbaikan, antara lain terkait keterbatasan jabatan fungsional, integrasi data, dan keselarasan dokumen.

 

Bagi peserta PKP, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan selama studi lapangan. Praktik-praktik yang diperoleh menjadi bahan refleksi untuk diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik organisasi masing-masing, termasuk dalam mendukung pelaksanaan proyek perubahan atau aksi perubahan di unit kerja peserta.

Berita Terkait

Tinggal Sendiri, Bukan Berarti Sendirian: Peran Keluarga dalam Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas
Ditjenpas Pindahkan 313 Warga Binaan Risiko Tinggi ke Nusakambangan, Langkah Tegas Pasca Insiden Rutan Depok  
Batalyon Parako 463 Pasgat Medan Raih Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha, Bukti Pengabdian Prajurit kepada Bangsa  
*Ketua Dekranasda Batu Bara Tampil di Kriyanusa 2026, Kenalkan Kekayaan Wastra Nusantara*
*Bupati Batu Bara Dorong Kader HMI Siap Hadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan*
Majelis Hakim Kembali Memanggil Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri Dikarenakan Tidak Pernah Hadir Dalam Tiga Kali Persidangan
Praktisi Hukum Baginta Manihuruk. SH. MH Dukung Polda Sumut, Soroti Pernyataan BAP DPD RI soal Konflik Socfindo
Kasat Lantas Pematangsiantar Langsung Awasi Jl. Merdeka, Tutup Ruang Parkir Liar Depan Suzuya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:32 WIB

*Belajar dari Bappelitbangda Tangsel, Peserta PKP Dalami Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Inovasi SISTARI*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Tinggal Sendiri, Bukan Berarti Sendirian: Peran Keluarga dalam Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Ditjenpas Pindahkan 313 Warga Binaan Risiko Tinggi ke Nusakambangan, Langkah Tegas Pasca Insiden Rutan Depok  

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Batalyon Parako 463 Pasgat Medan Raih Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha, Bukti Pengabdian Prajurit kepada Bangsa  

Rabu, 30 September 2026 - 03:20 WIB

*Ketua Dekranasda Batu Bara Tampil di Kriyanusa 2026, Kenalkan Kekayaan Wastra Nusantara*

Selasa, 29 September 2026 - 06:45 WIB

Majelis Hakim Kembali Memanggil Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mandiri Dikarenakan Tidak Pernah Hadir Dalam Tiga Kali Persidangan

Senin, 28 September 2026 - 13:17 WIB

Praktisi Hukum Baginta Manihuruk. SH. MH Dukung Polda Sumut, Soroti Pernyataan BAP DPD RI soal Konflik Socfindo

Sabtu, 26 September 2026 - 02:57 WIB

Kasat Lantas Pematangsiantar Langsung Awasi Jl. Merdeka, Tutup Ruang Parkir Liar Depan Suzuya

Berita Terbaru